Jejak Aliran Hakekok Balatasutak di Pandeglang Banten

Sumber : jakpusnews.pikiran-rakyat.com

Jejak Aliran Hakekok Balatasutak di Pandeglang Banten – Sekte Hakekok Balatasutak menghebohkan masyarakat Kabupaten Pandeglang di Banten pada Kamis (11/3).

Jejak Aliran Hakekok Balatasutak di Pandeglang Banten

Sumber : jakpusnews.pikiran-rakyat.com

 Baca Juga : Kejagung Diminta Ajukan Kasasi Pengurangan Vonis Terpidana Jiwasraya Hary Prasetyo

cdstreet – Desa Karang bolong di Kecamatan Pandeglang Cigeulis. Anggota Hakekok mandi telanjang di rawa.

Saat ini, hingga 16 anggota Fraksi Hakekok telah ditangkap di Polres Pandeglang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Aliran darah tersebut dipimpin oleh Warga A (52) di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. A disebut sebagai sosok pendiam oleh warga sekitar dan kurang memiliki aktivitas sosial yang cukup. Ia tidak pernah mengikuti kegiatan pengajian rutin di desanya.

Ritual yang sering dilakukan di hutan tidak diketahui oleh warga.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, MS (45) mengatakan, “Saya dengar A sering menggelar upacara. Tapi hampir setiap hari dia pergi ke hutan,” Bu (45) enggan disebutkan namanya. 3).

Menurut penjelasan MS, ritual mandi bersama di rawa merupakan ritual kelompok Hakekok Balatasutak yang dilakukan oleh S. S adalah orang tua A, dia telah meninggal dunia. S adalah seorang guru spiritual di wilayah Bogor, Jawa Barat (Bo Java).

Dia bilang: “Dulu S seperti itu (upacara), karena A meninggal, lalu A. Sudah lama sekali.”

Hamdi Ma’ani, Ketua MUI Kabupaten Pandeglang, mengatakan pihaknya membina aliran Hakekok Balatasutak untuk mengembalikan Islam. Dia memastikan bahwa doktrin Islam tidak membenarkan ritual mandi telanjang oleh anggota Hakekok Balatasutak.

Handy (Jumat / 12/3): “Semua orang sudah dilatih oleh pelatih, tapi kemarin mereka muncul tanpa disadari. Sedangkan untuk ritual yang tidak dibenarkan secara agama, kita harus membina mereka.”

Pada tahun 2009 sekte Hakekok Balatasutak juga membuat panggung untuk masyarakat Kabupaten Pandeglang di Banten. Mereka punya padepokan di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk.

Saya telah hidup dalam pengasingan selama lima tahun. Rata-rata santri berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

Saat itu, anggota sekte Hakekok sering menggunakan kekuatan gaib untuk mengganggu murid-muridnya. Warga yang tertekan kemudian membakar Istana Musim Dingin Hakekok Balatasutak.

S masih menjadi pemimpin sekte tersebut dan dibawa ke Polsek Pandeglang. Pemimpin saat itu mengklaim bahwa dia melakukan pernikahan misterius dan beribadah dengan murid perempuannya. seperti yang dilansir cnnindonesia.com

Ritual Mandi Bersama, Jimat dan Kondom di Aliran Hakekok

Fraksi Hakekok Balatasutak menjadi topik pembicaraan setelah dibela puluhan anggotanya oleh Polsek Pandeglang, Kamis (11/3) lalu.

Di rawa Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kota Pandeglang, sebanyak 16 anggota aliran Hakekok ditangkap saat upacara berupa mandi telanjang.

Seperti kita ketahui bersama, gerakan ini dimotori oleh seseorang bermarga A (52), warga Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandelanglang, Kota Banten.

Menurut inisial warga, MS, mandi di rawa memang sudah menjadi kebiasaan rombongan.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa upacara itu dilakukan oleh S, dan catatan S adalah orang tua A meninggal dunia. S juga disebut sebagai guru spiritual daerah Bogor oleh warga.

Polisi Pandeglang masih menyelidiki kasus tersebut. Aparat pun menggeledah rumah A dan menemukan banyak barang bukti. Dari jimat, pusaka, buku hingga kondom.

AKBP Hamam Wahyudi, Kapolsek Pandeglang Kejaksaan Pandeglang, Jumat mengatakan: “Berdasarkan hasil pengolahan TKP di tempat tinggal yang bersangkutan, kami mengumpulkan beberapa barang bukti, seperti buku, pusaka, jimat, dan alat kontrasepsi.” 12/3).

Bersumber pada hasil pelacakan sedangkan, jimat peninggalan yang dipakai oleh A selaku daulat serta pengaruhi anggotanya buat mengikuti seluruh ambisinya.

Harman berkata: “Yang mengkhawatirkan adalah dia telah ditunjuk sebagai ketua dan memiliki lebih banyak talenta, sehingga dia dapat mempengaruhi para pengikutnya.”

Tidak hanya itu, Harman berkata ritual yang dicoba ajaran Hakekok Balatasutak tidak masuk ide dalam anutan agama.

Oleh karena itu, kata Harman, seluruh anggota aliran tersebut nantinya akan berada di bawah bimbingan tokoh agama di Kabupaten Pandelanglang.

Ia mengatakan: “Setelah MUI Pandeglang membuat keputusan fatwa, kami akan membimbing mereka. Setelah hasil pelatihan dipastikan, jika mereka kembali ke jalur yang benar, kami akan mengembalikannya.”

Munculnya aliran Hakekok Balatasutak pada tahun 2009 juga meninggalkan kesan yang dalam bagi masyarakat Pandeglang di Banten.

Seperti kita ketahui bersama, mereka punya padepokan di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk, 5 tahun lalu. Rata-rata siswa berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

Saat itu, anggota kelompok sering berinteraksi dengan siswanya dengan penuh kekuatan magis. Dirangsang oleh tindakan sekte tersebut, warga membakar Istana Musim Dingin Hakekok Balatasutak.

Dalam kejadian itu, polisi saat itu juga membantu memastikan bahwa S adalah ketua aliran tersebut. Saat itu, S mengaku melakukan pernikahan rahasia dan beribadah bersama siswi perempuannya.

 Baca Juga : Misteri di Balik Surat Sakti Pembuka Jalan Kekuasaan Soerharto

Hakekok Balatasutak dan Aliran-aliran Lainnya di Indonesia

Belakangan ini, orang-orang mulai merasakan kepercayaan yang disebut Hakekok Balatasutak. Orang-orang yang tergabung dalam sekte ini memiliki ritual mandi bersama yang tidak biasa di rawa.

Aliran darah tersebut dipimpin oleh Warga A (52) Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. A disebut pendiam dan tidak sosial oleh warga sekitar.

Sebelumnya, sekte tersebut telah meninggal oleh orang tua A (yaitu S ke S), dan orang tuanya meninggal. S dikenal sebagai guru spiritual di wilayah Bogor Jawa Barat (Jabar). 16 anggota diketahui mengikuti Akiran Hakekok Balatasutak.

Saat ini, hingga 16 anggota Fraksi Hakekok telah ditangkap di Polres Pandeglang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Trek di Hakekok Balatasutak sangat buruk. Pada tahun 2009, seorang anggota aliran Hakekok memperkosa seorang pengikutnya di sebuah pertapaan di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk.

Kecuali sekte Hakekok Balatasutak, banyak sekte kontroversial di Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang dianggap sebagai “guru spiritual”.

Pada 2016, gempar permasalahan Gatot Brajamusti terpaut dengan permasalahan pelecehan intim. Dikala itu, Gatot memakai akronim Ct( 26) buat melaksanakan percabulan pada para pengikutnya.

Dari 2007 hingga 2011, wanita itu dilecehkan selama empat tahun. Ct bahkan melahirkan seorang anak.

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memvonis Gatot 9 tahun penjara atas perbuatannya pada 2018 dan menjatuhkan denda 200 juta rupee. Hukuman ini lebih ringan dari hukuman penjara 15 tahun yang diminta oleh jaksa.

Selain Ct, aktris dan pengikutnya Reza Artamevia juga menjadi korban AA Gatot. Waktu itu, Reza mengabarkan bahwa Gatot terlibat kasus penipuan asam aspartat yang dituding sebagai Elf Foods, yang terbukti merupakan obat sabu.

Pada 2016, masyarakat Indonesia juga dikejutkan dengan aliran Dimas Kanjeng. Dia merupakan pendiri seorang pertapa, dan sang pertapa mengklaim bisa menggandakan uangnya.

padepokan berdiri pada tahun 2010 dan berlokasi di Dusun Sumber Cengkelek RT-22 / RW-08 di Desa Wangkal, Kabupaten Probolinggo Kecamatan Gading.

Dimas Kanjeng berjanji para siswanya akan menggandakan uang yang mereka setorkan. Jika Anda menyetor Rp 100.000, Anda akan menerima Rp 100.000 hingga Rp 1 miliar.

Dimas Kanjeng pun memerintahkan siswanya untuk mencari bagian di Gunung Semeru tanpa menggunakan alat apapun.

Selain itu, ia memerintahkan penangkapan ikan sedikitnya 200 udang di peternakan Gajahmada dan terpaksa membeli tali sepanjang 15 sentimeter yang disebut “Tali Ali Baba” seharga 200.000 rupee.

Selain menggandakan uang dan mengajarkan tata krama tersebut, Dimas Kanjeng juga membunuh pengikutnya Abdul Ghani.

Pada 2017, Pengadilan Negeri Kraksaan di Probolinggo, Provinsi Jawa Timur menghukum Dimas Kanjeng 18 tahun penjara karena pembunuhan. Sedangkan dalam kasus penipuan, Dimas Kanjeng divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Kraksaan.

Kasus penipuan lainny dengan kedok spiritualitas dan godaan finansial YAITU aliran SwisZindo. Ketua Soegiharto Not0neg0ro alias Sino mengklaim bisa membayar hutang umat manusia di Swissindo United Nations Trust Orbit (UN Swissindo).

Grup Penerbitan Swissindo Rahardjo Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan siaran pers tentang partai politiknya yang mampu menyejahterakan rakyat Indonesia. Ia mengakui Swissindo berhak mewarisi berbagai pendiri, salah satunya Soekarno.

Raharjo mengatakan aset tersebut hanya dapat dibayarkan dalam dolar AS atau rupiah Indonesia melalui uang kertas M1 bank. M1 adalah kredensial yang diperlukan untuk pengikutnya.

Setiap warga negara yang memiliki KTP elektronik (e-KTP) dapat mengisi voucher M1. Nilai nominal voucher M1 adalah USD 1.200 atau setara dengan Rp 15 juta per orang. Voucher ini tidak dapat diperdagangkan.

Pada Tanggal 2 Agustus tahun 2018, bos Swiszindo Soegihart0 Notonegor0 ditangkap oleh Biro Tindak Pidana Ekonomi dan Reserse Kriminal Khusus (Dittipideksus Bareskrim) atas tuduhan penipuan.