Maraknya Judi Online Yang Ada Di Aceh

Maraknya Judi Online Yang Ada Di Aceh

Maraknya Judi Online Yang Ada Di Aceh – Judi online semakin diminati masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan menawarkan kesempatan untuk menghasilkan keuntungan dalam waktu yang singkat, permainan ini berhasil menarik lebih banyak pemain setiap harinya. Dari sekian banyak daerah di Indonesia, Aceh juga tidak luput dari tren yang sedang marak ini.

DPRK Banda Aceh Mengadakan Pertemuan Untuk Membahas Isu Judi Online

Menindaklanjuti tren judi online yang terus berkembang, Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh memutuskan untuk mengadakan rapat yang diikuti oleh lembaga dan dinas terkait. Dalam rapat tersebut, didiskusikan mengenai sikap yang tepat dalam menghadapi dan menangani tren yang awalnya terjadi di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Guna menghentikan tren negatif ini dan dampaknya kelak bagi generasi muda, DPRK mengajak sepuluh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) dan seluruh lembaga dan dinas terkait untuk melakukan sosialiasi yang lebih intens terhadap masyarakat, khususnya anak muda perihal bahaya bermain judi online dan tindakan yang tepat untuk mencegah atapun menangani hal ini.

DPRK Banda Aceh Mengadakan Pertemuan

Dengan visi yang demikian, para pimpinan SKPK diminta untuk membuat sebuah rumusan tentang langkah-langkah yang terintegrasi, kongkrit, dan terukur, dalam menangani dan memberikan tindak lanjut terhadap persoalan judi online. Selain itu, seluruh jajaran organisasi diminta untuk turut serta mendukung sosialisasi ini termasuk pemerintah kota, polri, DPRK, MPU, TNI yang bekerja sama dan terintegrasi.

Setiap Instansi Diharapkan Dapat Berperan Maksimal Mengatasi Tren Judi Online

Dalam pertemuan yang diadakan DPRK, Farid Nyak Umar, selaku ketua DPRK Banda Aceh, menyampaikan bahwa tren negatif ini adalah masalah serius, sehingga setiap instansi diharapkan dapat memaksimalkan peran masing-masing dalam upaya menghentikan tren negatif ini. Sebagai contoh, dinas syariat Islam dapat mengutus khatib dan dai terbaiknya kepada masyarakat.

Khatib dan dai dapat ambil bagian dalam sosialisasi ini dengan cara memberikan edukasi terkait bahaya seorang penganut agama Islam untuk ambil bagian dalam tren judi online. Edukasi tersebut tidak dibatas hanya di masjid saja, namun terbuka kesempatan luas untuk memberikan edukasi di berbagai macam tempat dan kesempatan, seperti kafe, pusat perbelanjaan, pusat keramaian, dan sebagainya.

Dari dinas pendidikan, mereka dapat memaksimalkan fungis majlies taklim, pesantren, masjid, dan balai pengajian sebagai tempat untuk mengadakan sosialisasi agar hasilnya lebih maksimal. Sementara, dari dinas diskomimfotik, mereka dapat membantu menghentikan penyebaran judi online melalui kerja sama dengan tim ahli IT dan pihak kepolisian untuk menekan tren judi online di tengah masyarakat.

Dengan upaya yang diterapkan pemerintah dalam mengurangi perkembangan tren judi online, masyarakat umum juga diharapkan untuk ambil bagian dan membantu proses ini agar permasalahan dapat lekas teratasi.