Pemerintah Bakal Buka 637 Ribu Formasi CPNS Daerah 2021

Sumber : money.kompas.com

Pemerintah Bakal Buka 637 Ribu Formasi CPNS Daerah 2021 – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mengumumkan akan membuka seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dalam Perjanjian Kerja Non-Guru (PPPK) 2021 mulai 20 5 hingga Juni mendatang.

Pemerintah Bakal Buka 637 Ribu Formasi CPNS Daerah 2021

Sumber : money.kompas.com

 Baca Juga : Menkes Baru Tahu Vaksin AstraZeneca Kedaluwarsa Mei 2021

cdstreet – Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menpan-RB Tjahjo Kumolo. Kemenpan-RB saat ini sedang mempersiapkan pembelian ASN dan PPPK non-guru pada 2021, dan rencananya akan disetujui pada akhir Maret.

Dalam pernyataannya, Jia Qiao mengatakan: “Pekerjaan pengadaan dilakukan dalam tahapan sebagai berikut, yaitu pendaftaran akan dilakukan mulai Mei hingga Juni 2021.”

Proses pendaftaran selanjutnya dapat diselesaikan melalui Sistem Seleksi Calon ASN (SSCN) Badan Layanan Umum Nasional (BKN). Proses seleksi akan berlangsung pada bulan Juli hingga Oktober, kemudian akan diumumkan kelulusan pada bulan November, kemudian NIP akan diserahkan dan dikukuhkan pada bulan November hingga Januari 2022.

Namun, Tjahjo mengatakan banyak tahapan tersebut yang masih difinalisasi atau belum disetujui hingga demand plan rampung pada akhir Maret.

Dia mengatakan: “Rencananya permintaan itu sendiri akan selesai pada akhir Maret 2021. Saat ini, rencananya masih dalam tahap finalisasi.”

Tjahjo mengatakan, proses seleksi akan dilakukan di kantor pusat BKN, Kanwil BKN, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN atau lokasi uji coba lainnya yang didanai oleh BKN atau didanai secara mandiri oleh posisi-posisi badan yang kosong.

Ia mengatakan, proses seleksi kemampuan dasar CPNS akan dilakukan di 440 titik. Kemudian, dilakukan seleksi kapabilitas tapak (SKB) di 268 lokasi. Seleksi ini akan menjadi tanggung jawab BKN dengan menggunakan computer-aided testing (CAT).

“Tahun ini Kemenpan-RB dan BKN belum menentukan lokasi pemilihan. Namun intinya, seleksi dilakukan di kantor pusat BKN, Kanwil BKN, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN dan lokasi uji coba lainnya,” ujarnya. .

Tjahjo menjelaskan, tahap pengadaan ASN 2021 terbagi dalam tiga kategori, yakni pengadaan melalui sekolah negeri, pengadaan oleh CPNS dan PPPK non guru, serta pengadaan oleh guru PPPK.

Ia mengatakan, khusus untuk pendaftaran ASN melalui sekolah negeri akan dibuka melalui masing-masing sekolah yang dicakup oleh delapan instansi atau kementerian. Sebab, pendaftaran bisa dilakukan melalui delapan kementerian atau lembaga yang menaungi sekolah.

Kemendikbud: Seleksi PPPK Lanjut Sampai 1 Juta Formasi Genap

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan, pemerintah daerah baru menyerahkan 568.238 dari total 1 juta kelompok guru untuk menyeleksi pegawai negeri (PPPK) dengan perjanjian kerja.

Kemendikbud Iwan Syahril, Direktur Biro Pendidikan dan Ketenagakerjaan, mengatakan pihaknya akan terus memilih PPPK hingga kebutuhan guru terpenuhi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencontohkan, kebutuhan mendirikan sekolah di 34 provinsi dan 514 kabupaten mencapai 1.002.616 guru. Artinya, jumlah formasi yang diusulkan pemerintah daerah hanya memenuhi separuh dari kebutuhan.

Ivan mengatakan dalam keterangan resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: “Kedepannya, sebanyak satu juta guru ASN PPPK akan terus dibentuk hingga kuota penuh tercapai.”

Ivan mengatakan, 490 kabupaten telah menyerahkan pelatihan guru kepada pemerintah pusat. Menurut dia, jumlah guru di pemerintah daerah tahun ini merupakan salah satu yang terbesar yang pernah diterima pemerintah pusat.

Ia mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Keuangan, dan Biro Kepegawaian Nasional juga ikut merambah daerah-daerah tersebut untuk mengusulkan pembentukan fakultas PPPK.

Namun, mengingat banyaknya formasi yang belum memenuhi kebutuhan guru, Iwan berharap pemerintah daerah yang belum mengirimkan formasi bisa mengirimkannya pada kesempatan berikutnya.

Ia melanjutkan: “Hal ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian kekurangan guru di daerah yang jumlah penduduknya masih sangat besar.”

Sebelumnya, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo menegaskan, rekrutmen guru Alat Sipil Nasional (ASN) tahun ini akan dilakukan melalui seleksi PPPK. Pilihan ini terbuka untuk guru honorer dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Meski begitu, pidato rekrutmen PPPK juga menuai banyak kritik. Guru honorer itu menolak dipilih bersama dengan lulusan PPG dan diminta diangkat melalui jalur konfirmasi. Bersamaan dengan itu, karena prihatin dengan manfaat PPPK, guru meminta guru CPNS tetap terbuka. Seperti yang dilansir cnnindonesia.com

 Baca Juga : Warga Slawi Diciduk Polisi Virtual Akibat Mengolok-olok Gibran

Nadiem Pastikan Formasi Guru Agama Masuk PPPK 2021

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim (Mendikbud) menyatakan, berdasarkan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021, telah dipilih guru agama, seni, dan jasmani untuk daftar seleksi 1 juta guru PNS.

Ia mengatakan pada rapat kerja gabungan panitia X DPR: “Semua guru seni, olah raga, dan agama masuk dalam daftar seleksi PPPK. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk memastikan mereka bisa ikut.”

Ia menerangkan, seluruh guru honorer dapat menjajaki pemilahan PPPK tahun ini. Nadiem berkata, pemilahan langkah awal hendak dicoba pada Agustus 2021, dengan prioritas diserahkan pada guru honorer di sekolah negara.

Guru honorer sekolah swasta juga dapat mengikuti seleksi tahun ini. Namun, ketika guru honorer swasta mengikuti seleksi dan persetujuan, mereka akan ditempatkan di sekolah negeri dan berstatus lembaga sipil negara, bukan di sekolah swasta.

Nadim juga menegaskan, rekrutmen guru tahun ini tidak akan dilakukan melalui “Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil” (CPNS). Ia menjanjikan Fakultas CPNS akan dibuka kembali tahun depan.

Ia mengatakan: “Makanya tidak ada CPNS (komposisi fakultas). CPNS akan dimulai lagi tahun depan. Tapi ini agar kita bisa mengutamakan guru honorer daripada guru lain.”

Nadiem sebelumnya mengatakan, seleksi guru PPPK akan berlangsung pada Agustus, Oktober, dan Desember 2021.

Pemerintah telah memilih 1 juta guru PPPK untuk memenuhi kebutuhan guru dan meningkatkan guru honorer, karena gaji PPPK sama dengan gaji PNS. Hingga 5 Maret 2021, permintaan formasi yang diajukan pemerintah daerah ke KemenPAN-RB baru 568.238.

Sebelumnya, Ikatan Guru Pendidikan Islam Indonesia (AGPAII) mengancam akan melakukan mogok mengajar, mewajibkan pembentukan guru pendidikan agama dalam seleksi PPPK 2021. Menurut informasi yang mereka terima, pemerintah berencana tidak menyediakan guru pendidikan agama di PPPK. pilihan.

Manhan Marbawi, Direktur Jenderal Partai Progresif Demokratik AGPAII, mengatakan jika pemerintah gagal memilih 1 juta guru lagi dan menjadikan guru honorer sebagai kesempatan bagi PPPK, maka aksi mogok yang direncanakan tidak akan bisa dihentikan.