Update Korban Bus Masuk Jurang di Sumedang Hingga Cerita Bupati Sumedang soal Tanjakan Cae

Sumber : idnbuzz.com

Update Korban Bus Masuk Jurang di Sumedang Hingga Cerita Bupati Sumedang soal Tanjakan Cae – Petugas dari tim SAR Provinsi Jawa Barat mengevakuasi jenazah 22 korban kecelakaan bus yang jatuh ke jurang di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumetang, Jawa Barat.

Update Korban Bus Masuk Jurang di Sumedang Hingga Cerita Bupati Sumedang soal Tanjakan Cae

Sumber : idnbuzz.com

 Baca Juga : Misteri di Balik Surat Sakti Pembuka Jalan Kekuasaan Soerharto

cdstreet – Proses evakuasi berlanjut hingga Kamis (11/3) pagi. Sejauh ini, 15 orang luka ringan dan 13 orang luka berat.

Supriyono, Kepala Dinas Operasi dan Siaga Jawa Barat, mengatakan jenazah korban dibawa ke Puskesmas Wado dan RSUD Sumedang. Menurut dia, jenazah sejumlah korban masih berada di dalam bus.

Di lokasi kejadian, kata Supriyono, sebanyak 22 orang tewas dan 22 orang dievakuasi.

Korban ke-22 berhasil dievakuasi pada pukul 00.05 WIB. Polisi mengevakuasi korban dari bus polisi Polsek T 7591 TB dari P Sri Padma Kencana, dan mobil tersebut menabrak jurang di dekat Jalan Raya Sumedang-Cibereum sekitar 20 meter.

Petugas SAR, dengan bantuan tim lain, masih berusaha mengevakuasi para korban di dalam bus. Menurut Supriyono, empat terduga korban masih tertindih bus.

Dia mengatakan: “Kami akan memaksimalkannya untuk mengevakuasi empat korban yang diyakini masih terjebak di dalam bus.”

Posisi musibah merupakan jalur menyusut yang jauh dengan pundak berbatasan dengan lembah. Bis itu mundur.

Diduga bus yang membawa 62 orang itu ditumpangi rombongan jemaah haji di sebuah sekolah yang menyetir dari Kabupaten Garut Malangbong menuju Sumedang. Di lokasi kejadian, saat akan menurun, bus berbelok dan kemudian jatuh ke jurang.

Ada juga rumah tinggal di bawah jurang. Namun, menurut Supriyono, tidak ada warga atau pengguna jalan lain yang ikut serta dalam peristiwa tersebut.

Lokasi kecelakaan berjarak sekitar 85 kilometer dari Kota Bandung atau sekitar dua jam perjalanan dengan mobil pribadi. Seperti yang dilansir cnnindonesia.com

Jalan ini merupakan jalur penghubung antara Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang. Wado adalah sebuah jalan di bagian selatan Sumedang.

Tidak ada Lampu Penerangan Jalan (PJU) di jalan tersebut, sehingga para pengungsi membutuhkan penerangan khusus.

6 Fakta Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Sumedang

Kecelakaan fatal bus Padma Kencana nopol T 7951 TB memasuki jurang di Tanjakan Cae Kawung Luwuk, Kecamatan Wado, Kota Sumetang, Jawa Barat pada Rabu (10/3/2021) malam menewaskan puluhan orang. Hingga Kamis (11/3/2021) pagi, tim SAR gabungan mengevakuasi 22 korban. Semua korban tewas sekarang dikirim ke Rumah Sakit Samuitang untuk identifikasi. Regu SAR sedang memindahkan 4 korban yang lain yang sedang terperangkap di dalam bis ajal itu. Mereka dikira berpulang.

Polisi masih menyelidiki kecelakaan bus Padma Kencana tersebut. Berikut 6 fakta masuknya bus Padma Kencana ke jurang.

1. Bus Bawa Rombongan Study Tour SMP IT Al Muawanah

Bus Padma Kencana membawa rombongan inspeksi dan jemaah haji yang merupakan siswa SMP IT Al Muawanah, Cisalak Subang dengan orang tuanya. Sangat disayangkan, bas dengan nomor alarm T 7951 TB tersebut terjun ke selokan di sisi kiri Tanjakan Cae .

2. Rem Blong

Seorang korban bus yang meninggal hanya menunjukkan wajahnya beberapa detik sebelum bus yang dikendarainya menabrak jurang.

Korban, Hafid Alfariz (Hafid Alfariz), mengungkapkan, rem bus tersebut mati sebelum jatuh ke jurang. Hafid yang mengaku duduk di kursi belakang mengaku syok saat tahu rem bas yang dikendarainya rusak. Selama perawatan di Puskesmas Vado, Hafid berkata: “Saya kaget. Remnya rusak.”

3. Lokasi Jalan Menurun Panjang

Lokasi kecelakaan adalah jalan menurun yang panjang dengan bahu dekat jurang. Bus itu terbalik sementara itu rusak.

4. Bus Berisi 62 Penumpang

Bus Padma Kencana diperkirakan penuh penumpang, dengan total 62 orang. Anda bisa tahu dari semua kursi yang penuh. Kepala Bidang Operasi dan Alarm Kantor Wilayah Administrasi Khusus Jawa Barat Supriyono mengatakan di lokasi kejadian di Sumedang, Kamis (11/3/2021) Kamis: “Kami hitung 62 kursi bus sudah terisi.”

5. Tanjakan Cae Rawan Kecelakaan

Pendakian oleh Dusun Cilangkap di Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Cae Kawung Luwuk merupakan kawasan rawan kecelakaan. Pada Februari 2012, tanjakan Cae Kawung Luwuk merenggut 9 nyawa.

Kali ini, pendakian Cae Kawung Luwuk mengaku menggunakan bus dan memasuki jurang sedalam sekitar 20 meter ke kawasan tersebut pada Rabu (10/3/2021) malam. Diduga, kecelakaan tersebut disebabkan rem rusak, seperti menceritakan kembali sejarah sembilan tahun lalu. Saat itu, pada Rabu malam, 1 Februari 2012, bus Maju Jaya yang penuh penumpang jatuh ke lembah Tanjakan Cae akibat rem rusak.

6. 22 Korban Tewas Dievakuasi

Tim SAR berhasil mengevakuasi 22 orang yang tewas dalam kecelakaan bus Padma Kencana yang tewas di jurang. Petugas SAR masih mengevakuasi jenazah keempat korban yang ditumpuk di dalam bus. Banyak ambulans yang bersiaga di jalan dan langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit atau abses. Ia mengatakan: “Informasi rinci tentang 15 luka ringan dan 13 luka berat selanjutnya mengakibatkan 22 orang tewas dan 4 orang meninggal saat pencarian (evakuasi),” ujarnya. Dia mengatakan bahwa korban yang selamat dan terluka telah dievakuasi ke institusi medis setempat untuk perawatan.

 Baca Juga : Dugaan Fee Rp1 Miliar ke Anggota BPK Achsanul Qosasi Diusut KPK

Cerita Mengerikan Bupati Sumedang tentang Tanjakan Cae

Sumber : kangkurniawan.wordpress.com

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengakui kecelakaan sering terjadi di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kabupaten Sumedang Kecamatan Wado, Jawa Barat.

Saat tim bus SMP IT Al Muawwanah (berlokasi di Cisalak, Subang) memasuki jurang pada pukul 18.30 WIB pada Rabu (10/3/2021) malam, lokasi tersebut juga tewas.

Bagi Dony, Tanjakan Cae ialah akses jalur Sumedang- Malangbong yang jauh serta terjal. Karena, musibah amat rawan terjalin. Musibah bis pula terjalin.

“Ya kecelakaan sering terjadi di sana. Dulu di Tanjakan Cae ada bus semacam itu. Bahkan harus sering hati-hati.

Apalagi Dony berterus terang sebagian durasi kemudian grupnya serta petugas setempat terkini saja melaksanakan eliminasi gogos serta tumbuhan rebah di Tanjakankai.

Ia mengatakan: “Sebenarnya kemarin Barisan Nasional, Polly dan petugas jalan membersihkan longsor dan pohon tumbang. Kerusakan yang terakhir sudah kita atasi.”

“Tapi yang jelas bila terjadi kecelakaan di tempat itu, penanganan khusus terkait pendakian Cae ini harus dilakukan,” lanjut Dony.

Ia menambahkan, lereng Caae ini merupakan jalan raya provinsi. Namun, lanjut dia, penerangan jalan umum dan marka jalan merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah Sumedang.

Termasuk penanganan kecelakaan bus Tim Ziarah SMP Subang.

“Kami juga menginstruksikan Kementerian Perhubungan bahwa ini adalah jalan masuk ke jalan provinsi, tapi kami tetap memiliki tanggung jawab untuk menangani masalah ini, termasuk membeli lampu PJU, kemudian membeli markanya. Ini masalah yang kami khawatirkan secepatnya. mungkin. “Dia menjelaskan.

Seperti sebelumnya, rombongan bus wisata yang beranggotakan peserta dan siswa SMP IT Al Muawwanah ziarah di Cisalak, Subang itu masuk jurang sedalam 5 meter di Tanjakan Cae, Kec Wado, Kab Sumedang, Jabar, Rabu (1o/3/2o21). ) (Sekitar pukul 18.30 WIB).

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan: “Korban berusia antara 58 hingga 59 tahun. Ternyata 6 orang masih tergencet hingga tewas, kemudian 22 orang meninggal, dan sisanya luka berat dan ringan.”

Menurut dia, seluruh korban dibawa ke Puskesmas Vado dan RSUD Sumedang.

Duny melanjutkan: “Saya telah menginstruksikan kepada direktur rumah sakit dan puskesmas untuk menangani para korban secepat mungkin.”

Sebelum masuk jurang, bus rombogan melakukan perjalanan kembali dari Tasikmalaya ke Subang via Wado di Sumedang.

Sebelum berita ini diturunkan, aparat kepolisian dan personel SAR lainnya masih berkonsentrasi mengevakuasi para korban.

Para petugas menemui kesulitan karena jurang terjal dan bus terguling. Selain itu, banyak warga yang berbondong-bondong ke lokasi karena penasaran sehingga menyebabkan kemacetan di lokasi tersebut.